Tags

“Yah…Tamat….”

Begitulah keluh saya ketika masih memakai seragam SD saat tontonan kartun favorit selesai. Menonton kartun animasi memang favorit saya sejak kecil. Setelah menjadi ibu, obsesi saya menonton animasi tak pernah luntur. Sebagai ibu yang maniak kartun bertanggung jawab, saat anak menonton, biasanya kalau sempat saya ikut mendampinginya. Makanya kalau anak lain ibunya pulang kerja suka ditagih makanan, anak saya lain dari yang lain :

“Bu, ada film download-an baru?”

*Tuhan, ampunilah ibu pembajak ini.

@@@

Sudah tahu kan produsen animasi Hollywood : Walt Disney Pixar, Sony, Illumination Entertainment, Warner Bros dll yang merajai dunia? Ternyata tak hanya itu. Studio Ghibli, produsen film animasi dari Jepang membuktikan kalau karyanya juga mampu mendunia. Dengan modal tanya sana sini plus acara googling, tersebutlah nama Hayao Miyazaki, maestro animasi Jepang yang turut membidani lahirnya studio tersebut. Dari sanalah dirilis karya animasi yang mampu sejajar dengan film keluaran Hollywood seperti Toy Story, Up, Wall-E dll.

Membicarakan Miyazaki, pasti tak lepas dengan hasil karyanya yang dikenang sepanjang masa, yaitu Spirited Away (2001).

@@@

Lin : What’s going on here?
Kamaji : Something you wouldn’t recognize. It’s called LOVE

Film Spirited Away ini mengisahkan tentang sebuah keluarga dengan 1 anak perempuan bernama Chihiro yang berencana pindah ke rumah barunya. Merasa salah jalan, sampailah mereka pada pintu gerbang yang terlihat asing. Sang ayah dan ibu yang penasaran turun dari mobil dan berjalan melewati terowongan, diikuti Chihiro yang merasa ketakutan.

Tiba di ujung terowongan, melewati padang rumput, mereka meneruskan perjalanan hingga sampai pada suatu kampung yang tak berpenghuni. Di suatu kedai, ayah dan ibu Chihiro langsung menyantap makanan yang tersedia dan berniat membayarnya nanti saat pemilik kedai datang.

Chihiro yang masih didera ketakutan dan tak mau makan, berjalan-jalan di sekitar jembatan dekat kedai itu. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang melarang dia untuk terus melakukan perjalanan dan menyuruhnya pulang sebelum hari mulai gelap. Terlambat, malam sudah datang, lampu mulai dinyalakan, Chihiro yang takut berlari mengejar ayah ibunya yang ternyata sudah berubah bentuk menjadi babi.

Chihiro yang putus asa bertemu dengan Haku, laki-laki yang ditemuinya tadi. Atas petunjuk Haku, Chihiro melakukan berbagai cara untuk dapat membabaskan ayah ibunya dan berusaha mengembalikan mereka kembali menjadi manusia. Bagaimana caranya? Tonton sendiri aja dweeeeeeeeh….

@@@

Spirited Away adalah anime Jepang yang pertama kali menyabet Academy Award 2002 sebagai Film Animasi Terbaik. Tak hanya itu, film yang memiliki judul asli Sen to Chihiro no Kamikakushi ini juga meraih Film Terbaik di Penghargaan Film Jepang dan Penghargaan Beruang Emas di Festival Film Berlin (2002).

Pertama memang saya menonton sendiri dan sempat ragu apakah anak-anak akan suka karena ceritanya yang sederhana tapi terlihat kompleks. Tetapi nyatanya, film berdurasi 125 menit ini memang jauh dari kata membosankan. Kedua anak saya menikmati dan menyukai ketegangannya meskipun banyak juga bertanya.

Yang mengagumkan dari film ini adalah, plot yang simple dibuat sedemikian rupa dengan memakai daya imajinasi anak berumur 10 tahun sesuai dengan tokoh utamanya, Chihiro. Pernahkah terpikir di benak anda bahwa ada sebuah tempat untuk pemandian para dewa dan makhluk-makhluk ajaib? Terbayangkah kalian dewa sungai menjadi naga dan lupa nama aslinya sendiri? Hanya orang yang memiliki fantasi yang luar biasa yang bisa mewujudkannya dalam sebuah film.

Dengan format 2 Dimensi, tak lantas membuat gambarnya terlhat outdated, bahkan kalau diperhatikan dengan seksama, background film itu terlihat seperti lukisan di atas kanvas, indah sekali, solid dan keren. Studio Ghibli sendiri terkenal dengan hasil animasinya yang mengandalkan hand drawing, dikerjakan dengan memakai tangan tanpa efek teknologi CGI. Dengan bantuan music director Joe Ishaisi yang ciamik, Miyazaki membuktikan bahwa kekuatan cerita bisa menjadi modal untuk memikat penonton dan juri festival film.

Layaknya film animasi lain yang pangsa pasarnya adalah anak-anak, moral dalam film adalah hal yang tak boleh dilupakan. Di film ini pesan moral disajikan dengan sangat soft tanpa menggurui, tapi menimbulkan kesan mendalam. Bagaimana Chihiro si anak manja berubah menjadi mandiri dan pantang menyerah, orang yang rakus akan menerima akibatnya, pentingnya persahabatan dan cinta, dan pentingnya mengetahui jati diri kita sendiri.

Zeniba : Once you do something, you never forget. Even if you can’t remember.

Kekuatan itulah yang membuat film ini meraih rating IMDb 8.5, masuk kategori box office dengan menarik sebanyak 23 juta penonton dan meraup pendapatan sebesar 30 miliar yen, mengalahkan Titanic untuk menjadi film tersukses dalam sejarah Jepang (Wikipedia).

@@@

Chihiro’s Father : A new home and a new school? It is a bit scary

 Chihiro : I think I can handle it.

Yuk capcussssss ajak anaknya nonton!!!

Budina

Advertisements