Tags

,

Pengalaman memberikan ASI eksklusif bagi buah hati pertama saya bisa dibilang gagal total. Meskipun “dipaksa” oleh dokter untuk tetap memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama, masih ditambah lingkungan Rumah Sakit pelopor ASI pula, tetap saja tidak mempan bila saya tidak terbekali pengetahuan apalagi kemauan yang kuat ( = pertahanan cemen ).

Saat divonis POSITIF untuk kehamilan kedua, saya mulai mencari tahu pernak-pernik ASI dari berbagai sumber, salah satunya disini. Terbukalah pikiran saya bahwa pemberian ASI Eksklusif sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi sama sekali tidak ada kekurangannya, baik dari sisi ibu maupun bayi. Yup, I couldn’t agree more…..!!! Saya pun mulai membulatkan niat, pepatahnya gunung kan kudaki, lautan kuseberangi… *sedap* hanya untuk memantapkan diri bahwa saya bisa sukses ASI eksklusif !!!

Sebagai ibu bekerja dimana bayi tidak selalu setiap saat ada disamping kita, usaha menjadi lebih tidak mudah, dan mau tidak mau kita mesti mengenal yang namanya : ASI PERAH. Berbekal pengetahuan yang dimiliki, awalnya saya mencoba memakai pompa ASI. Setelah hasil yang didapat jauh dari memuaskan, saya pun beralih ke teknik MARMET ( memerah memakai tangan ). Selain nyeri berkurang, dengan adanya pemijatan pada payudara hasil yang dikeluarkan lebih maksimal. Pernah dalam sehari saya membawa pulang 6 botol masing-masing 125 ml dari kantor, mantep gak tuuh, pokoknya ajib bener dah ah….!!!

Dari pengalaman yang dijalani, saya mencatat ada satu ilmu yang penting dikenali bagi ibu bekerja yang harus memerah ASI, yaitu LDR, singkatan dari Let Down Reflex. Ini merupakan refleks keluarnya hormon oksitosin yang menstimulasi keluarnya ASI (milk ejection reflex). Pendeskripsian sensasi keluarnya ASI ini bagi setiap ibu berbeda-beda, namun yang saya rasakan adalah timbulnya rasa haus yang amat sangat, geli di sekitar puting (tingling sensation), dan tetesan ASI di susu sebelahnya. Refleks keluarnya ASI ini tidak dapat diperkirakan waktunya. Usaha yang biasa dilakukan untuk memicu keluarnya LDR adalah dengan meng-klik-kilik putting, mendengarkan rekaman suara bayi, suasana yang tenang, melihat foto bayi dsb.

Mengapa saya katakan LDR itu penting ?? karena ternyata refleks itu sangat bergantung pada mood sang ibu, itulah mengapa hormon yang bekerja didalamnya disebut HORMON KASIH SAYANG. Semua teori memang menunjang, tetapi hal paling luar biasa untuk memicu LDR adalah: HINDARI STRESS !! Stress yang muncul akan memicu hormon adrenalin, dan menghambat keluarnya hormon oksitosin yang secara otomatis menghambat pengeluaran ASI. Berusaha rileks, tidak terlalu memasang target jumlah ASI yang dikeluarkan, membayangkan lucunya si kecil, dan manfaatnya bagi dia nanti akan sangat membantu terciptanya LDR. Faktor pemicu kebahagiaan seorang ibu akan sangat bervariatif, dan tentunya yang tahu adalah sang ibu itu sendiri.

Pada dasarnya menyusui adalah PROSES BERSAMA. Tidak hanya melibatkan ibu dan anak saja, tetapi juga dibutuhkan dukungan dari orang sekitarnya, seperti suami, keluarga,sahabat maupun lingkungan kantor. Semua dukungan ini akan sangat membantu meningkatkan mood seorang ibu untuk tetap optimis.

The last but not the least, semua perjuangan tidak ada artinya bila kita tidak bersandar pada Tuhan. Dengan tetap berusaha dan bertawakal pada-Nya, saya yakin Tuhan akan berkenan memberikan nikmat-Nya. Saya percaya, proses menyusui adalah salah satu keajaiban-Nya. Setetes air yang mengandung berjuta makna, dengan proses yang sangat indah, kandungan gizi dan manfaatnya tak mampu ditandingi oleh apapun. Seorang ibu miskin yang tak mampu membeli makanan bergizi bahkan dapat menyusui bayinya dan Tuhan menjamin kecukupan gizi sang bayi tersebut. Atas izin-Nya, tubuh ibu bagaikan pabrik dengan teknologi tinggi hasil ciptaan-Nya mampu mengubah makanan yang masuk kedalamnya menjadi minuman yang mengandung gizi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan dan manfaatnya bisa didapatkan SEUMUR HIDUP SANG ANAK !! How amazing..what more can we ask???

So Moms, masih ragu memberikan ASI eksklusif?? Just show what you got …Yes YOU CAN !!!

Advertisements